Catatan Kuliahku..Belajar & Terus Belajar!

April 5, 2010

DESAIN PENELITIAN

Filed under: Uncategorized — Dinul Islam Jamilah @ 9:43 am

HASIL RINGKASAN MATERI PERTEMUAN KE-6

BAB VI DESAIN PENELITIAN

Disusun oleh Dinul Islam Jamilah Semester VI-A

NIM 2007.1096

A. Pendahuluan

Proses penelitian terdiri dari desain penelitian, penyusunan instrumen, penarikan sampel, uji coba, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, pembahasan hasil analisis, dan penulisan laporan. Perencanaan penelitian secara definitif dapat diartikan sebagai gambaran secara mendalam tentang proses penelitian yang hendak dilakukan peneliti guna memecahkan permasalahan. Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif. Penyusunan desain penelitian ini dilakukan setelah kita menetapakn topik (judul) penelitian yang akan dilaksanakan. Desain peneliian memaparkan apa, mengapa, dan bagaimana masasalah tersebut diteliti dengan menggunakan prinsip-prinsip metodologis yang dibicarakan sebelumnya. Pada umumnya suatu penelitian mengandung dua aspek yang saling berhubungan dan merupakan persyaratan untuk suatu penelitian, yaitu:

1. Substansi penelitian

Suatu penelitian menunjuk pada substansi tertentu yang akan diteliti. Masalah yang akan diteliti harus jelas substansinya. Pada penelitian ilmiah, substansi ini mengacu pada teori tertentu yang berada dalam lingkup suatu ilmu pengetahuan yang menjadi substansinya. Selain memiliki signifikansi teoritis, suatu penelitian juga harus memiliki signifikansi praktis. Suatu penelitian memiliki signifikansi praktis jika penelitian tersebut mendukung kepentingan-kepentingan praktik sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat terkait.

2. Metodologi penelitian

Penelitian terhadap substansi tertentu itu harus memenuhi persyaratan metodologi penelitian sebagai suatu proses yang sistematis, terkendali, kritis, dan analitis seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Berkaitan dengan kedua syarat tersebut maka desain penelitian pada umumnya dapat dibagi dalam dua pokok, yaitu konseptualisasi masalah dan operasionalisasi. Kedua pokok tersebut dapat disusun dalam pokok-pokok sebagai berikut:

1. Latar Belakang Penelitian

2. Tujuan dan Hipotesis

3. Kerangka Dasar Penelitian

4. Penarikan sampel

5. Metode Pengumpulan Data

6. Analisis Data

B. Latar Belakang Masalah

Bagian ini adalah fondasi dari seluruh proses penelitian karena semua konsep dasar dijelaskan di sini. Sering juga bagian ini diberi judul pendahuluan. Karena pentingnya bagian ini, maka paling sedikit ada 3 bagian yang perlu diungkapkan di sini.

Yang pertama adalah dasar-dasar pemikiran tentang pentingnya masalah yang akan diteliti. Hal ini dapat diungkapkan dari dua pendekatan, yaitu secara teoritis dan secara empiris seperti telah diuraikan dalam pembahasan konseptualisasi masalah. Secara teoritis berarti kita bertitik tolak dari suau teori yang menarik minat kita, mempelajari berbagai penelitian yang pernah dilakukan tentang itu dan beberapa sumber yang relevan. Kemudian kita berusaha melihat masalah itu dalam kenyataan empiris, mengungkapkan kesenjangan-kesenjangan yang ada dan usaha-usaha yang pernah dilakukan untuk menaggulanginya. Bagian ini mengantar kita ke dalam perumusan masalah dalam bagian kedua. bagian terakhir dalam latar belakang adalah mengungkapkan pentingnya (signifikansi) penelitian yang akan dilakukan. Telah disebutkan sebelumnya bahwa suatu penelitian mempunyai dampak pada pengembangan, baik perkembangan ilmu pengetahuan maupun pengembangan dalam salah satu bidang kehidupan praktis sehari-hari. Sehubungan dengan itu perlu diungkapkan signifikansi teoritis dan signifikansi praktis dari penelitian yang bersangkutan.

C. Tujuan dan Hipotesis

Tujuan penelitian adalah jawaban terhadap pertanyaan dasar penelitian yang telah diungkapkan dalam latar belakang desain penelitian. Tujuan penelitian tersebut akan dipertajam dengan menyusunnya dalam bentuk hipotesis. Jadi jelaslah bahwa hipotesis penelitian ini tidak lain dari jawaban tentatif terhadap pertanyaan penelitian.

D. Kerangka Dasar Penelitian

Dalam kerangka dasar penelitian ini diungkapkan semua variabel yang akan diteliti rumusan operasionalnya, yang dilengkapi dengan indikator empiris dan pengukurannya. Kemudian semua variabel tersebut disusun dalam suatu kerangka hipotesis yang memperlihatkan pola hubungan antar variabel yang satu dengan variabel yang lain. Kemudian terhadap masing-masing variabel ini disusun definisi operasionalnya. Dikatakan definisi operasional karena definisi tersebut menuntut kita pada pengumpulan data yang relevan dan valid.

Semua variabel yang telah didefinisikan itu ditempatkan dalam suau kerangka hipotesis sesuai dengan tipe penelitian yang ingin kita lakukan. Pada tipe penelitian eksplanatif, ada variabel yang dierangkan dan ada variabel menerangkan. Variabel yang diterangkan diperlakukan sebagai variabel independen. Selain itu, banyaknya variabel dalam suatu hipotesis juga tampak dalam kerangka dasar ini. Kerangka dasar untuk hipotesis dalam bivariate berbeda dengan kerangka dasar untuk hipotesis dengan multivariate. Kerangka dasar ini menjadi acuan bagi analisis data terutama dalam pengujian hipotesis.

E. Penarikan Sampel

Bagian keempat yang perlu diungkapkan dalam desain penelitian ini adalah perencanaan tentang bagaimana sampel ditarik. Untuk maksud ini terlebih dahulu perlu digambarkan besar, batas-batas, dan ciri-ciri populasi penelitian. Apakah populasi penelitian tersebar dalam wilayah yang luas, atau terbatas dalam wilayah setempat. Besarnya populasi dinyatakan dalam jumlah anggota (satuan analisis) yang tercakup dalam populasi itu (target population). Kemudian digambarkan juga seberapa besar variasi di antara anggota-anggota populasi. Setelah itu barulah ditentukan seberapa besar sampel yang akan ditarik, dan bagaimana cara menariknya.

F. Metode Pengumpulan Data

Bagian ini menunjukkan bagaimana data ini dari masing-masing variabel yang telah disebutkan di atas dikumpulkan dari sampel penelitian. Dari antara berbagai metode yang ada dipilih yang sesuai sehingga kita mendapat data yang valid dan dapat dipercaya. Beberapa dari metode itu dalah wawancara, kuesioner, angket, observasi, dan dokumenter. Untuk setiap variabel dapat dipilih dua atau lebih metode, salah satunya adalah metode yang diutamakan, dan yang lainnya dipakai untuk mengontrol atau melengkapi metode utama.

G. Analisis Data

Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, data yang akan dikumpulkan perlu dianalisis. Rancangan tentang analisis ini perlu diungkapkan dalam bagian ini. supaya lebih sistematis, maka analisis ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama disebut analisis pendahuluan, dan tahap kedua analisis lanjut. Analisis pendahuluan terbatas pada analisis deskriptif untuk setiap variabel pada sampel. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik setiap variabel pada sampel, dan menentukan alat analisis pada analisis lanjut. Alat-alat analisis yang dipakai untuk ini adalah (1) tabel distribusi frekuensi sederhana, (2) diagram statistik, (3) ukuran tendensi pusat, seperti ukuran rata-rata, modus, median, (4) dispersi yang menggambarkan variasi, dan (5) estimasi parameter.

Analisis lanjut bertujuan untuk menguji hipotesis. Alat-alat analisis yang dipakai untuk ini pertama-tama tergantung model hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Ada analisis uji hipotesis univariate, analisis uji hipotesis bivariate, dan analisis uji hipotesis multivariate. Masing-masing alat analisis terdiri atas sejumlah alat analisis, tergantung pada pengukuran varibel-variabel yang bersangkutan yang berhubungan dengan analisis uji hipotesis.

Terdapat empat belas prinsip berkait dengan desain penelitian kualitatif. dalam menyusun desain penelitian kualitatif, para peneliti hendaknya perlu memperhatikan beberapa butir seperti berikut.

1. Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Hal-hal yang memungkinkan desain penelitian berubah biasanya termasuk: tujuan, subyek, sampel penelitian jika ada, dan sumber data.

2. Lebih bersifat restrospektif yaitu, desain penelitian diketahui secara pasti setelah penelitian selesai. Walaupun misalnya para peneliti mendesain penelitian dibantu dosen pembimbing, hasil penelitian masih bersifat sementara atau adhoc dan masih mungkin berubah sesuai dengan kondisi di lapangan.

3. Desain biasanya tidak mengemukan hipotesis yang perlu di tes, tetapi lebih berupa fokus penelitian yang penekannya sebagai guide atau petunjuk dalam mencari atau mengumpulkan data.

4. Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi fenomena ke dalam variabel seperti dalam penelitian kuantitatif positif.

5. Desain penelitian lebih fleksibel dengan langkah-langkah yang tidak dapat dipastikan, disamping juga hasil penelitian tidak dapat diprediksi atau diramalkan.

6. Peneliti melakukan analisis data sejak awal penelitian, bersamaan dengan proses pengumpulan data, bersifat terbuka, open endded dan dilakukan secara induktif.

7. Penggunaan populasi posisinya tidak terlalu perlu. Sampling dapat ditafsirkan sebagai pilihan peneliti terhadap beberapa faktor terkait termasuk: aspek apa dari peritiwa apa, dan siapa atau apa yang dijadikan fokus dalam penelitian.

8. Sampling lebih cederung menggunakan prinsip non probability sampling (Kerlinger: 1986), yang di dalamnya dibedakan menjadi empat macam yaitu a) purposive, b) accidental, c) quota dan d) snow-ball sampling. Penelitian ini disebut sebgai non probabilitas karena lebih banyak tergantung dari pada pilihan peneliti dan juga tujuan penelitian.

9. Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal dan subyektif, yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”. Di samping itu, instrumen penelitian kualitatif mendasarkan pada aspek-aspek seperti berikut termasuk: bersifat khusus, dan berulangkali terjadi, yang berupa paradigma atau tema yang memberikan petunjuk ke arah pembentukan teori.

10. Analisis data lebih bersifat terbuka terhadap perubahan, perbaikan dan penyempurnaan atas dasar data baru yang masuk atau diterima peneliti.

11. Hipotesis tidak dapat dirumuskan pada awal penelitian, karena pada penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menguji kebenaran. Hipotesis penelitian sebagai pedoman dalam menafsirkan dan memaknai data.

12. Statistik tidak terlalu diperlukan dalam pengolahan data dan penafsiran data. Dalam penelitian kualitatif, menganalisis data berarti mencoba memahami makna data secara Verstehin dengan lebih mengutamakan makna yang berasal dari fenomena yang saling berkaitan satu sama lain.

13. Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya oleh si peneliti. Pada hakekatnya penelitian kualitatif dapat terus berlangsung sampai pada suatu saat peneliti sudah tidak memperoleh data baru atau telah terjadi pengulangan fenomena, berarti penelitian baru dapat diperbolehkan berhenti.

14. Dalam penelitian kualitatif naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal baru (invention) disamping juga penemuan kembali hal-hal tertentu yang sebenarnya dahulu sudah ada atau discovery.

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Adapun macam-macam desain penelitian, yaitu:

1. Desain dalam merencanakan penelitian

Desain dalam perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesa maupun dalam membuat kesimpulan. Desain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis

2. Desain pelaksanaan penelitian

Meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan, termasuk juga proses analisa data serta membuat laporan.

3. Desain sampel

Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yaitu :

a. Mendefinisikan populasi

b. Menentukan besarnya sampel

c. Menentukan sampel yang representatif

4. Desain alat (Instrumen)

Yang dimaksud dengan alam disini adalah alat untuk mengumpulkan data. Desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat yang digunakan dapat sangat berstruktur (check list dari kuesioner), kurang berstruktur (interview guide), ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung.

5. Desain analisa

Dalam desain analisa, maka diperlukan alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa,

1. Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif.

2. Pada penelitian kualitatif, bentuk desain dimungkinkan bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan apa yang dijumpai peneliti dalam proses penelitian di lapangan.

3. Desain penelitian pada umumnya mengandung unsur-unsur seperti berikut, a) fokus penelitian, b) paradigma penelitian, c) kesesuaian antara paradigma dengan teori yang dikembangkan, d) sumberdata yang dapat digali, e) tahapan penelitian, f) instrumen penelitian, g) rencana pengumpulan data dan pencatatannya h) rencana analisis data I) rencana tingkat kepercayaan dan kebenaran penelitian, y) rencana lokasi dan tempat penelitian, k) etika penelitian l) rencana penulisan dan penyelesaian penelitian.

4. Desain penelitian kualitatif seringkali tidak dinyatakan secara detail, bersifat fleksibel tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan

5. Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi variabel seperti dalam penelitian kualitatif.

6. Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal, dan subyektif yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”.

7. Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya, karena penelitian umumnya terus berlangsung sampai pada suatu saat peneliti tidak memperoeh data baru.

8. Dalam penelitian kualitatif-naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal-hal baru atau penemuan kembali yang sebenarnya dahulu sudah ada.

DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Gilang. 2009. “Desain Penelitian dan Metode Penelitian.” (http://redmycloudy.blogspot.com)

Rosyid, Muh. 2009. “Desain Penelitian.” (http://www.rosyid.info)

Sukardi. 2009. “Desain Penelitian Kualitatif.” (http://jeperis.wordpress.com)

(http://leoriset.blogspot.com/2010/01/desain-penelitian.html)

About these ads

2 Komentar »

  1. nice infonya. bs jd referensi skripsi temenku…

    Komentar oleh Rahmat Muntaha Aziz — Desember 9, 2010 @ 3:22 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: